Intip Proyek Jalan Sulteng Pasca Bencana

Pekerjaan Drainase jalan Diponegoro Kota Palu Foto Istimewa 

Palu - Bencana alam gempa bumi tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu, Sigi, Donggala serta Parigi Moutong mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak salah satunya jalan nasional dan jalan Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.

Menyikapi hal itu, Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat ( PUPR )  merespon dengan melakukan penanganan terkait kerusakan jalan yang ada.

Seperti di ketahui, saat ini. Kegiatan rehab rekon sedang di kebut penyelesaianya. Di antaranya yakni paket kontrak RR-01 yang meliputi ruas jalan dalam Kota Palu seperti ruas jalan Abd Rahman Saleh, jalan Basuki Rahmat, Pantoloan Tawaeli, Tawaeli Tanahruntuh, Yosudarso, jalan Diponegoro, Watusampuh hingga batas Sulawesi Barat.

Paket jumbo ini di helat PT. Nidya Karya - KSO Passokorang dengan nilai Rp. 150 Milyar berasal dari pendanaan Bank Dunia.
Meski sudah melewati batas waktu pelaksanaan, pihak rekanan tetap berkomitmen melakukan penyelesaian di sisa waktu perpanjangan yang di berikan.

" Meski terlambat, pihak pelaksana di berikan perpanjangan waktu Pak hingga April." Urai Risco pelaksana PT Nidya Karya

Menurutnya, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan nasional pasca bencana di laksanakan sesuai aturan dalam kontrak, pihaknya tetap mengutamakan kualitas dan mutu pekerjaan.

Di tempat terpisah Run warga Palu  pada media ini berharap rehabilitasi dan rekonstruksi jalan nasional pasca bencana di Kota Palu yang sedang di lakukan hasilnya benar benar bermanfaat untuk masyarakat sebab pelaksananya adalah perusahaan BUMN milik pemerintah yang nota bone sudah berpengalaman dalam jasa kontruksi di Indonesia.

Keberadaan PT. Nidya Karya semoga bisa menjadi solusi perbaikan infrastruktur khususnya jalan di Provinsi Sulawesi Tengah.

" Kami yakin perusahaan milik pemerintah ini berkomitmen melakukan pekerjaan sesuai harapan masyarakat." Akunya

Satu hal yang menjadi pertanyaan Kata Run yakni soal pengecoran drainase yang di lakukan secara manual dan juga di cor dalam genangan air. Katanya

Warga lainya Udin yang di mintai tanggapan terkait kegiatan rehab rekon pasca bencana yang di laksanakan oleh PT. Nidya Karya KSO Passokorang. Kegiatan ini adalah bukti nyata kepedulian pemerintah pusat untuk Sulawesi Tengah yang tertimpah musibah bencana gempa. Oleh karenanya patut kita mengapresiasinya.

Menurutnya, meskipun sudah terlambat dan melewati batas waktu kontrak, pihak pelaksana tetap di apresiasi sehingga dalam melakukan pekerjaan senantiasa memperhatikan kualitas dan mutu kegiatannya.
" Jangan karena sudah terlambat mutu pekerjaan di kesampingkan. Tetap kami sebagai warga men-support pihak pelaksana dan juga BPJN Palu karena telah berkontribusi terhadap perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa bumi." Terangnya.

Satu hal yang kami harapkan dari kegiatan ini adalah menjaga kualitas dan mutu sehingga manfaat infrastruktur dapat merubah kondisi ekonomi Kota Palu dan juga wilayah sekitar Kota Palu pasca bencana.

Terakhir harapan kami sebagai warga, untuk tetap menjaga kualitas pekerjaan sebaiknya Pertama janganlah melakukan pengecoran drainase dalam genangan air, sebab hemat kami jika ini di lakukan jelas ada item yang sengaja di hilangkan seperti di tiadakannya lantai alas. Kedua harus mengunakan beton pracetak untuk saluran u-Ditch untuk drainase perkotaan, bukan dengan pengecoran manual seperti yang di lakukan di sepanjang pekerjaan drainase dalam Kota Palu.

Untuk hal ini sebagai warga kami mempertanyakan metode pengerjaanya, apakah memang dalam kontrak harus di lakukan secara manual, selain itu kami juga mempertanyakan pengunaan besi yang di nilai terlalu kecil untuk kegiatan pekerjaan drainase, Namun terlepas dari itu. Kerja pihak pelaksana dalam memperbaiki kerusakan jalan di Kota Palu tetap kami dukung sepenuhnya karena atas upaya dan kerja kerasnya sebahagian besar jalan yang rusak kembali mulus dan bisa di lalui dengan nyaman. Tutupnya

Johanes sebagai penanggung jawab kegiatan yang hendak di konfirmasi di kantornya hingga berita ini naik belum berhasil di temui.

Tim Redaksi
Diberdayakan oleh Blogger.
'''' 'return false'>